Rabu, 17 Oktober 2012


Awalnya Jijik, Penasaran Lalu Otak Ketagihan si Film Biru



Seperti halnya narkoba, film biru alias film porno bisa memicu ketagihan. Awalnya mungkin tampak menjijikkan, tapi selanjutnya bisa bikin orang makin penasaran. Lama-lama, otak jadi error dan tidak bisa lepas dari tontonan tersebut.


Pada awalnya, tidak semua orang terpapar film porno secara sengaja. Beberapa orang 'terpaksa' menonton film semacam itu karena kepepet situasi dan tidak bisa menghindar, misalnya karena tiba-tiba ada teman yang memamerkan koleksi film dewasanya.


"Mual rasanya, habis itu tidak doyan makan," ungkap seorang perempuan lajang, sebut saja Ningsih yang mengaku pertama kali nonton film porno secara tidak sengaja dari ponsel teman kosnya semasa kuliah beberapa tahun silam, seperti ditulis detikHealth, Rabu (17/10/2012).


Jangankan yang tidak sengaja, orang-orang yang memang dari awal merasa penasaran pun sering jijik saat pertama kali menonton film porno. Pasalnya selain mengacaukan pemahaman seseorang tentang nilai-nilai sakral dalam berhubungan seks, film ini kadang menampilkan adegan yang berlebihan.


Pakar psikologi perkembangan dari Universitas Maranatha Bandung, Efnie Indriani mengatakan perasaan negatif yang muncul saat partama kali nonton film porno berasal dari bagian otak yang disebut brain stematau batang otak. Bagian ini menyimpan memori tentang nilai-nilai norma dan agama.


Saat bagian tersebut aktif, maka perasaan negatif bisa muncul dalam bentuk perasaan bersalah. Bisa juga dalam bentuk lain seperti rasa jijik, yang intinya mendorong seseorang berniat untuk tidak lagi menonton film porno setidaknya pada kesempatan pertama tersebut.


Pada saat yang sama, film porno juga memicu sebuah mekanisme biologis yang tidak disadari yakni pelepasan hormon endorphin dan dopamin. Tanpa disadari, kedua hormon ini memicu rasa senang yang akan tersimpan di salah satu lobus memori dan sewaktu-waktu memori ini bisa muncul lagi.


"Memang siklus manusia itu kadang seperti pelana kuda, naik turun. Ketika brain stem-nya lagi aktif, maka ia akan stop tidak nonton lagi. Tapi ketika muncul memori tentang sensasi nikmatnya keluar hormon itu tadi, orang itu bisa melakukannya lagi dan lagi," terang Efnie.


Pada beberapa orang, rasa jijik maupun perasaan bersalah bisa campur aduk dengan rasa penasaran karena muncul bersamaan. Pada saat yang sama orang-orang bisa spontan menutup matanya dengan telapak tangan, namun diam-diam mengintip dari sela-sela jari yang dibiarkan tidak terlalu rapat.


Diakui oleh Efnie, tahapan hingga seseorang bisa kecanduan film porno tidak selalu sama karena masing-masing berangkat dari titik awal yang berbeda. Kebanyakan titik awalnya adalah eksplorasi, yakni sengaja menonton film tersebut untuk memuaskan rasa penasaran.


Namun ada juga yang berangkat dari faktor kebetulan, seperti yang dialami Ningsih. Meski untuk saat ini belum tertarik untuk nonton film porno lagi, ia mengakui bahwa rasa jijiknya terhadap adegan-adegan yang dilihatnya dari film porno kelak mungkin bisa saja berubah setelah dirinya menikah.


Selain titik awal, Efnie menyebut ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi tahapan orang sejak pertama kali nonton film porno hingga sampai ketagihan. Faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut:


1. Frekuensi nonton
Munculnya memori kenikmatan yang memicu ketagihan nonton film porno umumnya tidak terjadi secara instant. Biasanya orang baru ketagihan kalau secara rutin dan intens nonton film porno minimal selama 1 bulan, atau bervariasi tergantung daya tahan dan kepekaan otak seseorang.



2. Kesibukan sehari-hari
Makin tinggi kesibukan seseorang, makin rendah risiko adiksi atau ketagihan. Pasalnya orang tersebut tidak punya cukup waktu untuk mengulangi aktivitas nonton film porno, sehingga pelepasan hormon dopamin dan endorphin juga lebih sedikit.



3. Stres
Tingginya tekanan hidup di zaman moderen kadang membuat orang berusaha mengalihkan stres dengan menonton film porno. Kalau terus-terusan, maka orang tersebut akan terbiasa coping (mengatasi) stres dengan nonton video porno sehingga makin mudah membentuk memori rasa senang yang memicu ketagihan.



4. Makanan
Kebanyakan orang mungkin tidak menduga bahwa makanan tinggi protein juga bisa meningkatkan risiko ketagihan film porno. Menurut Efnie, pembentukan neurotransmitter di otak dan berbagai aktivitas biologis yang terkait dengan pelepasan hormon membutuhkan protein. Makin banyak hormon yang dilepas sertaneurotransmitter yang terbentuk, makin rentan seseorang mengalami ketagihan.


Rabu, 10 Oktober 2012

BUKAN LAGI HAL YANG TABU MENGENAI PERSELINGKUHAN
Sumber: http://www.imdb.com/title/tt0250797/ 
-Pria selingkuh untuk menyelamatkan pernikahan mereka?
@pria.#HELLOO. Perselingkuhan dapat menonjolkan betapa sedikit kontrol diri yang dimiliki seseorang," Ungkapan tegas dari Orlando. "Pria mencintai pasangan mereka, tetapi tidak tahu bagaimana memperbaiki "masalah" hubungan mereka, sehingga mereka mencari hal-hal di luar pernikahan untuk mengisi setiap kekosongan," kata Susan Mandel, PhD. Pria menginginkan banyak hal dan memiliki gagasan "aneh" bahwa wanita lain akan menghilangkan kerinduan untuk sesuatu yang mereka cari. 


-Pria membenci diri mereka sendiri setelah berselingkuh

@pria. dia akan merasa seperti #seonggokSamPah ," kata pakar hubungan Charles J. Orlando, penulis ‘The Problem with Women...Is Men’. 


-Seorang istri sering mengetahui perselingkuhan suaminya
@pria. isi hati seorang wanita -->;memilih untuk tetap hidup bersama demi anak-anak mereka atau untuk menghindari rasa malu dan terhina, menurut Dr Brosh


-Seorang yang berselingkuh tahu dia menyakiti wanita yang dia cintai, menghancurkan keluarganya dan mengorbankan kehormatannya
@pria. Mungkin menyadari dampak negatif perselingkuhannya terhadap istrinya, keluarganya dan dirinya sendiri, tapi masih tetap berselingkuh. Kenapa??-->;Jawaban Ada di Diri Anda Masing(pria)

-Istri tidak bisa disalahkan jika suaminya selingkuh
@pria. Orlando menyetujui pendapat Dr. Brosh : "Pria tidak selingkuh karena seorang wanita, mereka selingkuh karena diri mereka," katanya. “Kesalahannya adalah tanda-tanda hubungan yang tidak lancar diabaikan oleh kedua belah pihak.” -->;komunikasi yang kurang baik. kcckkc


Sumber: http://id.she.yahoo.com/12-fakta-mengejutkan-tentang-perselingkuhan-tentang-perselingkuhan.html

Sabtu, 25 Agustus 2012

【ゼブラ】Just Be Friends【らっぷびと】 詳細歌詞

Just Friend. Itulah yang sering diungkapkan oleh seorang remaja yang sudah menanjak dewasa. Dalam kehidupannya yang belum untuk memutuskan menjalin hubungan yang serius maka dia akan mengatakan Just Friend pada teman prianya. 

Hal ini memang cukup rumit apabila di jalankan bersama. Dalam artian seorang wanita yang hanya menginginkan hubungan biasa saja tetapi seorang pria tersebut yang bukan lain teman prianya menginginkan sebalkiknya. Gejolak anak muda yang ditakutkan pada dekade ini atau pun bahkan pada setiap wanita untuk kehidupannya yang akan datang. Sangat dibutuhkan sekali proses dan teman pria tersebut untuk dapat menjadi atau bahkan meyakini wanita tersebut dalam kehidupannya nanti. 

Ok gays tetapi itu semua pun tidak cukup hanya sampai disitu, perjuagan, pengorbanan, keyakinan akan hal itu sangat pula dibutuhkan. Untuk hal ini penulis pun masih sangat bimbang menentukan ^_^. Terlihat dalam video ini mengingatkan pada sesosok pria yang menginginkan saya #CurCol =D 

Kembali ke pembahasan utama. Yakin, berusaha, bertawakal dan berserah diri pada-Nya kelak akan terwujud keinginan tersebut. For us, tetap semangat!

Senin, 16 Juli 2012

Media Indonesia - Ayo Jalan Kaki untuk Tingkatkan Memori

Media Indonesia - Ayo Jalan Kaki untuk Tingkatkan Memori

Senin, 02 Juli 2012

Angkot Terbakar di Bogor, Enam Terluka

Angkot Terbakar di Bogor, Enam Terluka

Jumat, 18 Desember 2009

Business Stakeholders

Pengertian Stakeholder dari beberapa pendapat yang ada dan masih banyak lainnya, seperti Bisset (Personal Communication, 1998) menyatakan bahwa stakeholder merupakan seseorang yang terlibat atau terkait serta mempunyai kepentingan untuk minat tertentu mengenai suatu hal yang harus dilakukannya. Sedangkan menurut Freeman (p.vi, 1984) menerangkan bahwa sebuah kelompok atau individu yang berpengaruh dan mempengaruhi dalam sebuah kerjasama untuk mencapai kesuksesan organisasi sesuai dengan kebutuhan yang berlaku.

Selain itu ada beberapa contoh yang mungkin berpotensi konflik dalam “Business Stakeholder” diantara beberapa komponen yang terdapat didalamnya, yakni : Owner, Creditor, Employees, Supliers dan Costumers. Berikut ini ilustrasi yang mungkin terjadi dari kelima komponen tersebut.

Potensi konflik antara Owner (pemilik perusahaan) dan Creditor (peminjam modal/dana). Hal yang paling besar kemungkinan terjadi yakni masalah kepercayaan (trust). Baik dari pihak Creditor ke Owner, maupun sebaiknya. Sebagai ilustrasinya ketika pihak Creditor memberikan modal/saham dengan sebuah ketentuan yang disepakati, namun karena sesuatu dan lain hal dipihak perusahaan terutama pemiliknya (Owner) tidak bisa menerima ketentuan tersebut dengan alasan pengembalian modal/saham yang telah diberikan oleh Creditor sudah tidak bisa berlaku lagi pada saat tersebut atau disebut kurangnya prinsipil dalam sebuah kesepakatan.

Potensi konflik antara Owner dan Employees (pegawai). Dalam hal ini sesuatu yang kecil bisa sangat besar kemungkinan terjadi, salah satu contoh saat pengambilan keputusan besar dalam pengelolaan aset yang seharusnya harus saling melibatkan pihak-pihak terkait, seperti pemilik perusahaan, direktur utama (CEO), manajer dan lain-lain sebagainya yang dianggap berpengaruh dalam suatu hal pengambilan keputusan tersebut. Kebiasaan yang sering timbul adalah interaksi dari setiap pihak yang tidak saling menguntungkan baik halnya dalam pengambilan keputusan yang sudah dijalani lebih awal yang mengeluarkan modal yang begitu banyak maupun dalam pengambilan keputusan untuk waktu-waktu selanjutnya yang memakai modal relatif lebih hemat tentunya dalam batasan (scope) yang sama.

Potensi konflik antara Employees (pegawai) dengan Supliers (penyedia jasa/barang). Kalau potensi dalam hal ini, tentunya bagi perusahaan-perusahaan menengah ke atas sangat sering terjadi dalam melakukan sebuah kegiatan open tender khususnya untuk proyek-proyek tertentu yang membutuhkan jasa maupun barang dari pihak supliers (penyedia). Dan potensi kuat dalam hal ini adalah tentang kepuasan (satify) bagi pihak perusahaan baik dari penyediaan jasa, barang atau sebagainya. Faktor inilah yang membuat banyak pihak pertama/employees yang memutuskan hubungan kerja (relationship/sponsoship) karena tidak terjadi timbal balik yang saling menguntungkan diantara dua pihak malah merugikan pihak salah satunya atau pun sebaliknya.

Potensi konflik antara Supliers (penyedia jasa/barang) dengan Costumers (konsumen). Untuk yang ini, memang sering tidak bergitu terlihat secara nyata oleh para employees (pegawai) terhadap akses yang dilakukan dilapangan. Kebiasaan buruk yang sering mengalami pihak konsumen adalah lambatnya penyediaan barang/stok seperti halnya bagi perusahaan yang menghasilkan produk berupa barang yang harus dipasok dan didistribusikan bagi pihak konsumen. Sehingga sering terdengar isu penimbunan barang yang diakibatkan ulah dari supliers ke costumers.

Potensi konflik antara Employees (pegawai) dan Creditor (peminjam modal/dana). Yang ini akan sedikit sama halnya dengan apa yang terjadi dengan owner dari sebuah perusahaan dengan pihak creditor, hanya saja tingkat kesulitan yang dialami oleh employees lebih kecil sebagai karena menjadi kelanjutan dari hubungan yang telah owner bina sebelumnya dengan creditor diawal pendirian perusahaan misalnya. Sebagai contoh ketika awal adanya perusahaan ada sebagian creditor yang memberikan modalnya untuk kelangsungan sebuah organisasi tentunya melalui pihak owner sebagai bagian tertinggi dari sebuah perusahaan, namun setelah perusahaan berdiri dan mencapai masa-masa perkembangan, secara tidak langsung owner menyerahkan sepenuhnya kelangsungan tersebut kepada employees (CEO atau Manajer). Inilah yang menjadi konflik bila sebagian CEO tidak memiliki kemantapan interaksi dengan pihak creditor baik dari akuntabilitas yang mulai menurun bahkan transparansi dalam hal pembagian profit bahkan ini juga bisa terjadi sebaliknya dari pihak creditor kepada employees.

Minggu, 13 Desember 2009

Sejarah Blog

SEJARAH BLOG

sering kita dengar yang namanya blog..atau bahkan saat ini kita memiliki blog entah itu di mana, tapi pernakah kita menyelidiki sejarah dari blog..mengapa ada blog!?
berikut ini artikel yang saya dapatkan dari berbagi blog maupun situs mengenai sejarah blog, semoga berguna buat tugas kalian atau bahkan buat pengetahuan aja!

Blog pada mulanya bernama "weblog" namun kata "weblog" tersebut di singkat menjadi blog. istilah weblog sendiri diperkenalkan oleh seseorang yang bernama Jorn Barger tepatnya pada bulan Desember 1998. Beliau menamakan weblog untuk orang yang memiliki website pribadi dan sering mengupdatenya.

media blog sendiri pertama kali dipopulerkan oleh dedengkot blog, yaitu: blogger.com yang dimiliki oleh PyraLab, dan perusahaan ini akhirnya diakuisisi oleh raja mesin pencari: Google.com pada akhir tahun 2002 lalu.

banyak orang yang mengira bahwa blog merupakan catatan harian dari si empunya blog tersebut, tetapi kini blog mempunyai fungsi yang sangat beragam , dari pengamatan saya, kini blog dijadikan sebagai ladang usaha, mencari koneksi,media publikasi, iklan, kampanye politik hingga dijadikan sebagai site resmi sebuah usaha. mayoritas blog yang ada dapat dimiliki secara gratis termasuk di my.opera.com .

Situs-situs web yang saling berkaitan berkat weblog, atau secara total merupakan kumpulan weblog sering disebut sebagai blogosphere. Bilamana sebuah kumpulan gelombang aktifitas, informasi dan opini yang sangat besar berulang kali muncul untuk beberapa subyek atau sangat kontroversial terjadi dalam blogosphere, maka hal itu sering disebut sebagai blogstorm atau badai blog.

Sumber :: Sejarah Blog